Ustadz Muhajir: Sabar dan Syukur | PERUMDA PASAR PAKUAN JAYA
5 | 4 17 Juli 2020 | Dilihat: 54 Kali | Cetak

Ustadz Muhajir: Sabar dan Syukur


Ustadz Muhajir: Sabar dan Syukur

www.pasarpakuanjaya.co.id  Bogor - Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (PPJ) kembali menggelar pengajian bulanan setelah adanya pandemic covid 19 berlangsung dari akhir februari hingga kini, pengajian kali ini sudah mulai bisa dilaksanakan dikarenakan Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) juga sudah memulai pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bogor. Bertempat di Aula kantor pusat Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jumat 17 Juli 2020 proses pengajian tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumda PPJ Muzakkir menyampaikan rasa sedihnya dalam tiga minggu terakhir ini karena sudah kehilangan pegawai  (meninggal dunia-red) yang mendahului (rekan rekan-red) semua dan menghimbau kepada seluruh pegawai untuk berdoa beribadah dan tetap menjaga kesehatan. Pengajian Rutin ini sekaligus Doa bersama untuk Almarhum Bapak Temmy Haswandinata, Ka Ur Ops Pasar Merdeka.

Dirut juga mengucap syukur atas hari jadinya Perumda PPJ tepat pada tanggal 07 Juli 2020 kemarin menginjak usia sebelas tahun, dalam doanya semoga perusahaan kita selalu diberkahi dan selalu memberikan hal -hal positif, kesejahteraan untuk seluruh karyawan dan memberikan PAD yang baik untuk Kota Bogor serta bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bogor.

Ustadz Muhajjir yang memberikan tausyiah pada acara tersebut menyampaikan tema tentang sabar dan syukur. Dikutip dari surat Al-baqarah ayat 155-158 “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,”

Lalu apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika mendapati dirinya atau orang-orang terdekatnya tertimpa musibah? Hendaknya ketika seorang Muslim tertimpa musibah untuk bersegera mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya memberikan petunjuk bagi umatnya untuk segera melafazkan sebuah kalimat ketika tertimpa musibah.   

"Tidaklah seorang Muslim yang tertimpa musibah kemudian bersegera kepada apa yang di perintahkan Allah berupa ucapan : 

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Allahumma ‘indaka ihtasabtu mushibati, fa’jurni fiha wa ‘awwidhni minha. (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya. Ya Allah, di sisi-Mu aku rela dengan musibah yang menimpaku, maka berilah aku pahala dan gantilah dengan yang lebih baik.)" 

Muhajjir pun menambahkan dengan dua syarat seorang muslim akan masuk surga, yakni karena mendapatkan ampunan dari Allah dan mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

 

(humas)

 

 

 

 

 

 

 


Author: Admin


Tags:

Bagikan