LAUNCHING PROGRAM PASAR RAKYAT BEBAS PLASTIK DI BLOK F TRADE CENTER PASAR KEBON KEMBANG | PERUMDA PASAR PAKUAN JAYA
14 | 12 14 Desember 2021 | Dilihat: 1231 Kali | Cetak

LAUNCHING PROGRAM PASAR RAKYAT BEBAS PLASTIK DI BLOK F TRADE CENTER PASAR KEBON KEMBANG


LAUNCHING PROGRAM PASAR RAKYAT BEBAS PLASTIK DI BLOK F TRADE CENTER PASAR KEBON KEMBANG

www.pasarpakuanjaya.co.id Bogor- Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Komunitas Diet Kantong Plastik melaunching program Pasar Bebas Plastik Kota Bogor yang digelar di Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang Jalan Dewi Sartika, Pabaton Kecamatan Bogor Tengah, Senin (13/12/21).

Dalam kesempatan turut hadir Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Deni Wismanto, Direksi, Manager, Asisten Manager dan Pegawai Perumda Pasar Pakuan Jaya serta Program Manager Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Adithiyasanti Sofia dan perwakilan pedagang Pasar Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan, kebijakan kota bogor tanpa kantong plastik diperluas, bukan saja di toko modern atau minimarket tetapi juga di pasar-pasar tradisional.

Tahap pertama ini dimulai di Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang (pasar kering), Sedangkan untuk Pasar Basah perlu proses lanjutan meski sudah siap dan sudah dilakukan sosialisasi.

“Perwali ini akan juga kita revisi agar bukan saja toko-toko modern, tapi juga masuk pasar-pasar, Pasar kering kita prioritaskan bertahap, baru kemudian pasar basah” ucap Bima Arya.

Pengurangan sampah plastik di Kota Bogor sejak Perwali No. 61 Tahun 2018 ini cukup signifikan sebesar 10 persen per hari dari total 2,5 ton sampah plastik di Kota Bogor. Sedangkan pasar menjadi penyumbang sampah plastik terbesar di Kota Bogor.

Hasil riset lainnya, setiap bulan Pasar Kebon Kembang menggunakan kantong kresek sebanyak 80 ribu lembar dan Pasar Baru Bogor sebanyak 600 ribu lembar kresek. Program Diet Kantong Plastik bersama Pemerintah Kota Bogor untuk memulai mengurangi plastik sekali pakai dilakukan di dua pasar, yakni di Pasar Kebon Kembang dan Pasar Baru Bogor.

“Di Jakarta ada pedagang yang sampai memberikan testimoni, jika biasanya dia mengeluarkan uang sebesar Rp 500-600 ribu per bulan untuk memberikan kantong kresek bagi para konsumennya. Sekarang malah lebih hemat, karena konsumennya sudah membawa tas belanja dari rumah. Semangat inilah yang juga dilakukan di Kota Bogor” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, mencatat setiap hari sampah di Kota Bogor terdiri dari 65 persen sampah organik dan 13 persen adalah sampah plastik.


Author: Admin


Tags:

Bagikan