Tim Gabungan Lakukan Penertiban PKL Jalan Roda | PERUMDA PASAR PAKUAN JAYA
3 | 4 09 Januari 2020 | Dilihat: 704 Kali | Cetak

Tim Gabungan Lakukan Penertiban PKL Jalan Roda


Tim Gabungan Lakukan Penertiban PKL Jalan Roda

PDPPJKOTABOGOR.COM,-  Bogor - Ratusan pedagang buah dan sayuran di Jalan Roda, Kecamatan Bogor Tengah ditertibkan tim gabungan Pemkot Bogor pada Rabu (8/1/2020) pagi. Tim yang terdiri dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Satpol PP Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), TNI, Polisi dan Dinas Perhubungan (Dishub), dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, bahkan Bima juga menghancurkan satu kios semi permanen dengan alat berat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kegiatan hari ini menertibkan para pedagang buah dan sayuran yang sejak tahun 1987 toko sepanjang jalan Roda ditutupi pedagang buah, selain itu tidak ada kontribusi Pemkot Bogor. Sehingga yang dikontribusikan kemesrautan saja dari 100 pedagang.

"Setela ditertibkan, akan masuk kedalam pasar. Ini sudah aga lama dikomunikasikan, sekitar satu tahun kebelakang kami dialog komunikasi terus dengan para pedagang ini. Akhirnya mencapai kesepakatan teman-teman pedagang, sehingga para pedagang ini bersedia masuk ke dalam pasar. Kami juga akan melanjutkan penataan seluruhnya, termasuk pedagang malamnya," ungkap Bima di lokasi.

Bima melanjutkan, pedagang malam, maupun diwilayah lain seperti di kawasan Lawang Seketeng akan masukkan ke pasar terus, ini semua berdasarkan kesepakatan atau berdasarkan dialog. Bahasanya tidak ada yang digusur, semuanya di tarik masuk kedalam pasar.

"Ini dilakukan supaya jalannya bisa dilalui dengan baik, bisa jadi jalan alternatif juga sehingga tindakan ini untuk mengurangi kemacetan. Kami juga normalisasi saluran supaya tidak banjir, nanti juga kami sepakati bersama warga dan tokoh-tokoh disini konsepnya seperti apa. Jadi apabila mau ke Suryakencana ada jalan alternatif ke sini," tambahnya.

Kabid Dalops pada Satpol PP Kota Bogor Theofil Patricino mengatakan, jadi dari Satpol PP diterjunkan 30 orang dengan gabungan TNI Polri sekitar 60 orang, setelah penertiban juga akan ada penempatan personil untuk menjaga areal jalan Roda juga wilayah lain yang sudah ditertibkan.

"Ya, mulai Jalan Bata, Jalan Roda dan koridor-koridor sekitar Suryakencana akan menjadi titik pengawasan kami, satu shiftnya kami terjunkan 10 orang personil Satpol PP," tuturnya.

Kabid Persampahan ada DLH Kota Bogor Dimas Tiko PS mengatakan, untuk hari ini DLH dilibatkan penertiban Jalan Roda, diterjunkan tiga armada truk, tetapi masih diupayakan penambahan armada agar cepat selesai. Personil juga sekitar 30 sampai 40 personil.

"Kalau untuk sampah setelah dimuat ke dalam truk langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir," tuturnya.

Sementara itu Kepala Unit Pasar Bogor Maradona mengatakan, untuk pelayanan ke pedagang pihaknya mengambil kewajiban pedagang buah dibawah jembatan metro Jalan Roda untuk membayar layanan keamanan,kebersihan maupun layanan lapak yang digunakan. Hal itu tercantum semua di SK Direksi untuk aturannya.

"Makanya kami tidak mengambil yang tidak sesuai tarif. Tarif yang berlaku saat ini yakni Rp2 ribu per meter per hari untuk layanan kebersihan dan keamanan. Untuk layanan lapak, khusus untuk PKL yang biasanya diangka Rp3.500 permeter perhari. Makanya besaran tarif yang digunakan untuk pedagang itu tergantung luasan lahan yang digunakan mereka. Kalau luasan lahan yang digunakan dua meter, tentu hanya Rp7 ribu. Jika melebihi dua meter tinggal dikalikan saja luasan yang digunakan," ungkapnya.

Maradona menjelaskan, nanti kedepannya setelah ditertibkan ini, para pedagang masuk kedalam gedung. Rencana Perumda PPJ untuk unit Pasar Bogor tidak ada lagi bahasa dengan kategori PKL, tetapi kami akan kategorikan semua pedagang los. Tentu los ini akan dikenakan tarif sewa hak guna pakai (hgp). Tidak menggunakan tarif jasa layanan yang digunakan terhadap space PKL, sehingga mudah-mudahan kedepan bisa berjalan dengan lancar.

"Mereka harus membayar tarif sewa hgp per tahun per meter. Diangka Rp1.285.000 permeter pertahun. Jadi nanti konsepnya, setelah mereka kami dorong menjadi pedagang kategori los, tentu mereka memiliki legalitas yang berupa kartu kuning atau biasa disebut Kartu Izin Tempat Berdagang (KITB) dan itu harus teregister setahun sekali dengan jangka waktu yang ditetapkan. Mudah mudahan pedagang mensupport program itu karena lebih nyaman dikategorikan ke pedagang los daripada PKL. Dengan membayar kewajiban sewa hgp itu bisa menambah profit Perumda PPJ dan menambah PAD Kota Bogor," pungkasnya.

(humas)


Author: Admin


Tags:

Bagikan